Tuhan menciptakan makhluknya secara
berpasang-pasangan. Termsuk juga manusia. Kodrat manusia adalah hidup
berpasangan dalam bingkai pernikahan. Yang laki-laki menjadi suami bagi
istrinya dan ayah bagi anak-anaknya. Sedangkan yang perempuan akan berperan
menjadi istri bagi suaminya sekaligus ibu bagi anak-anaknya. Baik menjadi suami
atau menjadi istri, harus mempunyai persiapan yang matang sebelum masuk
kejenjang pernikahan. Terutama bagi wanita. Menjadi istri haruslah disertai dengan persiapan yang matang.
Menjadi istri adalah profesi selama
sisa umur setelah terikat janji pernikahan sampai ajal menjemput. Profesi yang
tak hanya panjang. Namun juga penuh tantangan. Karena dia akan menjadi ibu yang
bertanggung jawab mendidik dan membesarkan putra putrinya kelak.
Karena itu, menjadi istripun tetap
butuh persiapan. Kira-kira, persiapan
apa yang harus dilakukan sebelum melangkah kejenjang pernikaha agar kelak
setelah menikah, menjadi istri dan
menjadi ibu kita telah siap dan cukup bekal.
Ini adalah persiapan paling
penting. Karena, mental akan mempengaruhi psikologis seseorang secara langsung.
Perisapan mental yang harus dilakukan adalah kesadaran bahwa kelak setelah
menikah, kita tidak hidup sendiri lagi. Ada kebahagiaan orang lain yang mesti
kita perjuangkan. Ada kepentingan orang lain yang terkadang harus kita
dahulukan. Menjadi istri sekaligus ibu tidak boleh egois. Karena, salah satu
resiko menjadi ibu adalah harus berani mengorbankan kebahagiaannya sendiri
untuk melihat kebahagiaan buah hatinya.
Persiapan yang selanjutnya adalah
persiapan ilmu. Persiapan ilmu yang seperti apa?. Banyak.! Contohnya, mencari
tahu bagaimana menjalani kehamilan yang baik, bagaimana mengurus dan mendidik
anak yang baik, atau bagaimana-bagaimana yang lain yang berkaitan dengan peran
kita saat menjadi ibu. Memang, hal-hal tersebut bisa dipelajari dengan cara Learning By Doing. Tapi, mempersiapkan
lebih dini sebelum memasuki jenjang pernikahan dan kehidupan rumah tangga akan
membuat kita jauh lebih siap. Dari mana kita dapat mempelajarinya?. Padahal
menjadi ibu tidak pernah ada sekolah formalnya seperti kita menjadi sarjana di
bidang tekhnik, ekonomi, ataupun ilmu-ilmu lainnya. Mudah. Baca buku,browsing-browsing di internet, atau
mengikuti seminar parenting yang
banyak diadakan oleh beberapa komunitas. Tapi, jika ingin ilmu yang bagus,
belajarlah dari pengalaman orang tua kita.
Ini adalah persiapan yang
berhubungan dengan tubuh kita. Apakah perlu persiapan kesehatan?. Jelas perlu
sekali. Kita tidak mungkin melahirkan anak yang sehat tanpa kita mempunyai
tubuh yang sehat. Sehat dalam menjalani kehamilan akan menentukan kualitas bayi
yang akan kita lahirkan. Karena, resiko seorang ibu terutama saat melahirkan bisa sampai pada
taraf kematian. Karena itu, sebelum semuanya terlambat, ada baiknya kita
mempersiapkan kesehatan kita sendiri sebelum memasuki fase manjadi istri dan
ibu.
Segala pekerjaan rumah tangga
mungkin tidak akan jadi masalah saat suami menyediakan fasilitas pembantu rumah
tangga yang membantu meringankan pekerjaan istri di rumah. Namun, jika suami
tidak mampu memberikan fasilitas ini, resikonya istri akan bekerja hampir 24
jam sehari untuk mengurus segala pekerjaan rumah tangga. Seperti mencuci baju,
menyetrika, mencucipiring, menyapu,mengepel, mengurus anak, dan segudang
pekerjaan rumah tanggalainnya. Hendaknya, sebelum menikah kita telah terampil
melakukan pekerjaan ibu rumah tangga. Agar kelak ketika telah menikah dan
menjadi istri serta ibu tidak lagi merasa terbebani.
Menjadi ibu rumah tangga itu penuh
resiko. Semoga beberapa tips persiapan
menjadi istri di atas akan membantu anda dalam
memasuki jenjang pernikahan.
Baca Juga
