Kehamilan adalah fase yang kadang
dinantikan oleh pasangan yang baru saja menikah. Keinginan untuk segera
memiliki anak dan keturunan membuat banyak pasangan pengantin baru segera
membuat program kehamilan. Setelah kehamilan didapat oleh sang istri, ternyata
tidak mudah untuk menjalaninya selama kurang lebih sembilan bulan sampai bayi
dalam kandungan lahir. Di sinilah awal kita belajar menjadi ibu dengan sistem pendidikan semi learning by doing.
Dalam menjalani kehamilan, terutama
pada masa tri semester pertama (1-3 bulan), ibu hamil akan mengalami perubahan
terutama pada psikisnya. Emosi yang cenderung labil. Mudah marah dan mudah
tersinggung akan menjadikan satu masalah sendiri bagi suami. Hal ini memang
wajar karena pengaruh hormonal. Namun, sewajar apapun harus bisa dikontrol agar
anda bisa menjalani kehamilan dengan perasaan yang senang.
Baca Juga Persiapan Menjadi Istri Idaman Keluarga
Baca Juga Persiapan Menjadi Istri Idaman Keluarga
Pertama, banyak berdiskusi dan
terbukalah pada suami tentang perasaan yang anda rasakan. Dengan bersifat
terbuka pada suami, mungkin akan ada pemahaman dari pihak suami serta keluarga
lainnya tentang perubahan emosi anda. Kedua, untuk mengalihkan emosi dan rasa
marah anda, lakukanlah hal-hal yang membuat anda bahagia. Seperti menjalani
hobi atau pergi ke tempat yang anda sukai.
Langkah selanjutnya adalah bagaimana
cara menjalani kehamilan dengan kesehatan prima?. Pertama, Rajin memeriksakan
kehamilan ke dokter. Agar anda bisa memantau perjalanan kehamilan dari waktu ke
waktu. Dengan rajin memeriksakan kehamilan ke dokter, jika terjadi masalah
kehamilan akan mudah mendeteksi dan menanganinya. Sebaiknya cukup satu dokter
saja untuk pemeriksaan dari awal kehamilan sampai akhir. Agar terpantau lebih
efektif dan mudah.
Kedua,
istirahat yang cukup dan makanlah makanan yang sehat. Dengan istirahat yang cukup akan mengurangi rasa kelelahan pada ibu
hamil. Ini pelajaran penting sekali saat belajar
menjadi ibu bagi wanita yang bekerja diluar. Sedangkan makan makanan yang
bergizi akan berpengaruh pada kualitas kesehatan janin yang dikandung. Perlu
diingat, dalam sehari ibu hamil perlu tambahan kalori sebanyak 300 kalori untuk
janin.Itu setara dengan segelas susu rendah lemak, sepotong roti dan satu buah
apel dengan ukuran sedang. Anda tidak perlu makan terlalu banyak pada usia
janin di trisemester pertama. Karena bayi masih berbentuk fetus. Anda hanya
perlu tambahan makanan saat usia kandungan sudah tua.
Ketiga, Jaga kesehatan area sekitar
kemaluan. Sebisa mungkin menghindari adanya keputihan. Karena keputihan bisa
menjalar ke janin yang sedang dikandung. Jika terdeteksi adanya keputihan,
sesegera mungkin harus diobati.
Hindari beberapa makanan berikut
saat kehamilan. Agar janin yang anda kandung terhindar dari masalah.
1. Jangan
mengkonsumsi susu yang tidak memalui proses pasteurisasi. Karena, susu yang
tidak melalui proses pasteurisasi akan beresiko tinggi terhadap kuman penyakit.
2. Sebaiknya
jangan mengkonsumsi kafein dan teh herbal selama menjalani masa kehamilan.
Karena akan mempengaruhi detak jantung bayi. Jika anda memang diharuskan
mengkonsumsi teh herbal, sebaiknya terlebih dahulu berkonsultasi ke dokter.
3. Makanan
laut yang mengandung lemak omega 3, zat besi dan protein. Namun perhatikan
darimana asalnya dan cara mengolahnya. Hindari mengkonsumsi sea food karena
dikhawatirkan mengandung logam merkuri yang berbahaya. Sekali lagi, jika anda
ingin menkonsumsinya, sebaiknya anda
berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu.
4. Perbanyaklah
minum air putih. Karena, air putih selain dapat menghindarkan ibu hamil dari
keluhan sembelit, juga akan membantu memperlancar peredaran darah yang dapat
mempercepat distribusi makanan ke seluruh tubuh. Terutama makanan untuk janin
diperut.
Demikian
beberapa tips untuk belajar menjadi ibu
saat menjalani proses kehamilan. Semoga bermanfaat.
Baca Juga Tetap Modis Meski Tak Lagi Muda
