Menjadi ibu saat suami ke lain hati memang tidak mudah. Dalam menjalani kehidupan
rumah tangga seperti berpetualang berdua mendaki gunung. Jika dilihat dari
kejauhan, gunung terlihat sangat indah. Biru kehijauan sepanjang mata
memandang. Namun, setelah sampai di sana, pemandangannya tidak sesempurna saat
kita melihat gunung dari jauh. Meskipun ada tanaman-tanaman yang sejuk
memanjakan mata, namun bukan berarti seluruh gunung seperti itu semua.
Ada jurang yang kalau kita tidak
hati-hati akan terpeleset dan jatuh. Ada juga binatang buas, kalau kita tidak
waspada akan diterkamnya hidup-hidup. Dan ada juga hutan belantara kalau kita
tidak membawa kompas jelas sekali kita akan tersesat.
Begitu pun menjalankan kehidupan rumah
tangga. Awalnya memang indah. Namun, seiring berjalannya waktu, kita pasti akan
dihadapkan pada berbagai masalah. Salah satunya ketika kita diharuskan menjadi ibu saat suami ke lain hati.
Jika suatu saat hal itu terjadi, kira-kira hal apa yang harus kita lakukan?.
Pertama,
Tetap Jaga Agar Anak Tidak Tahu
Bukannya mengajari anak berbohong.
Tapi, menyembunyikan aib suami di hadapan anak adalah salah satu solusi bijak
untuk memperlambat jalannya masalah. Sebelum semua duduk perkaranya jelas
terlihat, ada baiknya anak tidak perlu tahu. Bahkan sekalipun sudah terlihat
kesalahan terletak di suami atau anda, sebaiknya tetap berusahalah agar anak
tidak tau. Jika anak tahu, bisa dihawatirkan akan mengganggu psikologisnya.
Jika anak anda bertanya kenapa
ayahnya pulang sampai larut malam atau tidak pulang sampai beberapa hari,
jawablah sesuai dengan kadar pengertian anak. Misalnya ayah sedang sibuk di
kantor atau ayah sedang ada tugas dari kantornya beberapa hari di luar kota.
Kedua,
Bersikaplah Di Depan Anak Seperti Tidak Ada Masalah
Meskipun suasana di kamar sudah
seperti kawah panas, namun jagalah sikap di depan anak seperti tidak ada
masalah. Pintarlah bersandiwara demi kedamaian psikis buah hati anda.
Baca Juga Sukses Di Karier Hebat Di Rumah
Ketiga,
Usahakan Jangan bertengkar Di Hadapan Anak
Orang tua yang sering bertengkar
hebat di depan anak akan sangat mempengaruhi psikologi anak. Salah satunya,
anak merasa tidak betah di rumah. Selain itu, pertengkaran antara kedua orang
tua akan membekas pada mentalnya hingga dia dewasa kelak. Akibatnya, dia merasa
tidak perlu menikah karena isi dari pernikahan hanya sebatas pertengkaran saja.
Selain itu, anak akan mempunyai perasaan tidak percaya diri. Bingung membela
yang mana. Ayah atau ibunya.
Jika memang dirasa terpaksa harus
menyelesaikan masalah dengan cara beradu mulut, emosi dan kemarahan, lakukanlah
di tempat lain. Jangan di rumah. Atau, kalau memang harus di rumah, lakukan
ketika anak sedang tidak berada di rumah.
Keempat,
Jaga Harga Diri Suami Di Depan Anak
Sekalipun anda merasa sangat
jengkel, marah, kesel pada suami bukan berarti itu sebuah alasan bagi anda
untuk menceritakan kejelekan suami pada anak anda. Tetap jaga kewibawaan suami
di hadapan anak-anak. Kalau perlu ceritakan daftar kebaikan ayahnya. Jika suatu
saat anak tahu dari orang lain bahwa ayahnya selingkuh, anak tidak lantas
langsung membenci ayahnya. Karena di otaknya masih terekam beberapa kebaikan
ayahnya yang akan bisa dia gunakan untuk menetralisir kebenciannya pada ayah
mereka.
Kelima,
Langsung Cerai Bukanlah Solusi Jitu
Cerai. Adalah solusi yang terlebih
dulu dihindari. Ingatlah anak anda yang masih membutuhkan
sosok seorang ayah. Konsultasikan pada keluarga. Dampak positif dan negatifnya
suami selingkuh. Jika ada kemungkinan bisa dirubah, rubahlah dengan kesabaran
Demikian langkah yang bisa anda
lakukan ketika anda berada pada posisi menjadi
ibu saat suami ke lain hati.Semoga bermanfaat.
Baca Juga Persiapan Menjadi Istri idaman Keluarga

1 komentar:
Write komentarWaah, kenapa harus selalu istri yang mengalah, menahan luka hati. Memang ada benarnya menutupi semua dari anak2, tapi tidak seperti itu terhadap suami. Buka komunikasi yang baik. Saling mengingatkan thd niat awal pernikahan. Sampaikan yang kita rasakan. Tanyakan apa jalan terbaik yang bisa disolusikan. Kalau suami istri saling menyadari mempunyai peran yang sama dalam menjaga keutuhan keluarga, InsyaAllah masalah apa pun akan bisa dilalui.
Reply